
Mas Sastro Orang Jawa Tulen
Mas Sastro adalah orang jawa tulen, kelahiran jawa, hidup di Jawa dan mapan di Pulau Jawa, kalau dibilang mas Sastro orang Indonesia dia tidak mau dan akan berteriak "Hey aku iki uwong Jowo dudu won Indonesia!??"
Pada suatu hari mas Sastro sedang memperbaiki dapurnya yang 2 tahun lalu ambruk gara-gara kena gempa besar di Yogyakarta, padahal dulu sekali dapur itu dibangun dengan uang yang dia dapat dari membangun rumah tetangganya.
wah semalem suntuk waktu dapurnya runtuh dia ndak bisa tidur 2 hari 2 malem, lha gimana mau tidur kalo atap rumahnya aja gentengnya berjatuhan dan hari itu turun hujan lebat, jadi yah dia hanya berdoa dan memohon kepada Sang Maha Pencipta untuk menghentikan sebentar hujan itu, tapi Sang Pencipta segalanya tidak mengabulkan doanya, malah hujan turun semalam-malaman, membuat dia dan istri serta kedua anaknya tidur kedinginan dibawah tenda biru (bukan tenda biru nyanyiannya Dessy Ratnasari lho).
Setelah mendapat kabar keesokan harinya bahwa bantuan pemerintah akan segera diturunkan dia nyebut " Syokur Alhamdullilah...................bantuan segera datang" demikian pula dengan para tetangga-tetangganya , semua gembira bahwa mereka akan dsegea diberi bantuan untuk membangun kembali rumah mereka, dihitung-hitung bantuan itu cukup besar juga untuk memperbaiki rumahnya yang rusak parah, setelah mengkalkulasi ulang ternyata mas sastro masih punya sisa anggaran, "Nah masih bisa untuk beli sepeda motor....baru" pikirnya.
Tetapi pada kenyataannya pada saat bantuan akan diturunkan nilainya hanya mencapai sepertiga saja dari yang dijanji oleh pemerintah pusat, dan itupun masih kena potongan potongan dari sana sini, " walah ......walah apa orang-orang tukang potong itu apa ya ndak mesakake karo orang-orang yang sedang kena musibah di sini to ya..................!??" tapi dasar orang jawa yang punya sifat nrimo ya apa boleh buat dari pada ndak dapet sama sekali yah terpaksa diambil juga bantuan tersebut, walau banyak orang dibelakang gerundel dak karuan.
setelah terima uang, mas sastro kembali menghitung-hitung kembali anggaran untuk perbaikan rumahnya, kalau-kalau masih ada sisa seperti yang dikalkulasi dulu itu, tetapi nyatanya tidak ada sama sekali sisanya malahan nombok sendiri untuk membangun rumahnya menjadi baru.
Wah dasar semua orang gak tau diri sudah jatuh ketimpa tangga pula aku ini, batin mas sastro pada malam hari sebelum berangkat tidur......ngimpi apa kita ini ya...................??? ya sudah pokoknya semua keluargaku pada selamet dan tidak ada apa-apa aja. terima kasih gusti Allah......Engkau sudah memberikan bantuan buat kami-kami ini yang tertimpa bencana gempa bumi ini.
No comments:
Post a Comment